Cinta Segi Ni Doang

ngelanjutin postingan ku yang cinta-segi3 tentang aku bahas kebingungan ku ketika di tawarin kerja di tempat lain, ini keputusan ku

Aku akhirnya meredam sementara ego ku, yaaa aku memutuskan menunda kepindahan ku ke kantor baru, atau lebih tepat nya TIDAK dalam waktu dekat ini, dengan alasan pekerjaan di Kantor lama masih banyak belum selesai, dan belum menghasilkan, alias belum bisa saya banggakan, alias saya berkeinginan meninggalkan kesan baik “seandainya” nanti nya saya pindah

Keputusan ku tersebut didasari banyak hal sih, gak gampang memutuskan itu, walau keputusan itu sebenarnya keputusan tergampang yang bisa ku ambil, dari pada nanti kalau keputusanku memilih pindah.

 

Lucu sebenarnya

karena di saat ada tawaran wah tersebut, di kantor terdapat masalah yang cukup unik, begini ceritanya

si Boss yang di ibu kota, meminta salah satu ‘HRD’ / Admin / Tester atau apalah pekerjaan dia di kantor (emang wajar sih di kantor ku pegawai memiliki bidang banyak seperti itu), mengirimkan paket penting (saya gak akan sebutin paket apa, yang jelas penting banget)  tetapi terjadi kesalahan

pertama. si Mbak ini (tadi HRD dll tadi itu loo ) bisa saya katakan sedikit kurang cerdas, karena ketika di kasih alamat dia makan mentah-mentah, langsung di kirim dengan alamat tersebut, dan di beri nama penerima atau nama Bos ku yang di Ibu Kota

kedua, si Bos memang agak impulsif dan aneh dan mungkin tidak terlalu bernalar, dia mengasih alamat tersebut sedikit tanpa pertimbangan, karena alamat tersebut tidaklah alamat dia yang sesungguhnya, tetapi alamat temannya yang dia titipin barang tersebut sebagai alamat, dan tidak dia sebutin ketika memberi tahukan alamat

ketiga. Terjadi ke tidak singkronan, si Barang terkirimlah ke alamat tersebut, tetapi karena itu alamat sebuah kantor, maka si Pengirim tentu saja menyerahkan ke penerima di bagian lobi dengan menyebutkan nama si Bos, akan tetapi nama si Bos jelas tidak ada di sana, karena itu memang bukan alamat si Bos yang sebenarnya tetapi alamat temannya yang di titipin, ya terjadi pengombang-ambingan, barang gagalah di serahkan

Akhirnya si Mbak harus di pecat karena kejadian tersebut, si Mbak jadi korban, untuk kesalahan mereka berdua, atau lebih adil kesalahan orang-orang yang tau alamat tersebut sebelum di berikan ke si Mbak, yang tau kondisi si Bos di Ibu Kota

Fakta tersebut menjadi hal membuatku ragu untuk bertahan, Sekarang si Bos masih menghargai ku, bisa kah dia nanti masih menghargaiku ketika kondisi berbeda, karena si Mbak vs si Bos sudah terjadi cukup lama, karena si Bos entah kenapa tidak suka dengan si Mbak

Maka mungkin akan ada ribuan atau jutaan alasan yang di cari si Bos untuk memecatku, karena pengharga-an dia terhadap manusia sepicik itu, bagaimana di menghargai sebuat dedikasi, dan loyalitas

percumahlah kalau aku loyal dan berdedikasi, kalau patokannya “Asal Boss senang”, iya kalau Boss punya standart yang baik soal seneng, kalau sesuka dia, sak enak wudel e dewe,

yapp kejadian tersebut, sebenarnya menambah satu alasan ku untuk pindah menemani banyak alasan yang lainnya

versus 3 alasan saja membuat ku tetap tinggal

  1. Rasa pertemananku dengan Bos ku yang satu lagi
  2. Rasa memiliki kantor
  3. Saham yang kantor yang mereka janjikan

yaaaah

seperti sudah ku katakan sebelumnya, aku akhirnya memutuskan bertahan, saya akan lihat perkembangannya kemana, alasan mana yang bakal bertambah terus, yang tetap tinggal atau pergi

Mari kita lihat nanti, Segi Ni doang yaa 😀

 

2 thoughts on “Cinta Segi Ni Doang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *